Rabu, 03 April 2019

Saat Hati Bicara Kepada Raga yang Terbatas

Saat Hati Bicara Kepada Raga yang Terbatas.

Oleh: Edriana, S.Pd

Kaki terbatas melangkah. Tangan terbatas memjangkau. Tapi hati ingin selalu bergerak, terbang, melangkah mengitari setiap penjuru dunia. Menyemai kebaikan menjalin cinta dan persaudaraan.

Mata sayu lelah ingin terlelap. Tetapi hati, jiwa dan fikiran terus terjaga. Mengalahkan mata yang ingin terpejam.

Tangan kecil terbatas jangkaunya. Tetapi ingin berbuat. Menghapus setiap air mata. Merangkul setiap kesedihan. Menebar senyum kehangatan kesesama insan tuhan yang lemah.

Kepada siapa harus meminta tolong?

"Mengadulah kepada Rabb Mu, Dia pasti beri jalan", Hati kecil berguman didalam keheningan. Membakar hati. Menguatkan kaki. Menguatkan tangan.

AllahuAkbar!!!

#ayolebihbaik
#pksselaludihati
#ilovepks

Bijaksana Yang Menjerumuskan

Bijaksana yang Menjerumuskan

Oleh : Edriana, S.Pd

Saat negara lemah, pembuat undang-undang lemah, penegak hukum lemah, ulama lemah maka kemaksiatan akan meraja lela.

Kemaksiatan akan mengundang bencana. Azab dari Allah. Saat azab itu datang, apa kita siap?! Azab akan memporak porandakan semuanya. Saat itu terjadi, apakah baru sesal itu datang??

Kadang keegoisan dan ketidak tahuan melahirkan kata-kata yang seolah-olah bijaksana. "Hormati mereka juga", " itu hak azazi mereka, "biar saja, asal bukan kita" atau " urus saja urusan kita masing-masing"  dan beragam kata "bijak" lainnya.
Terdengarnya bijak, tetapi itu menjerumuskan.

Padahal itu adalah keegoisan kita untuk tidak peduli. Tidak berusaha merobah dan memberi tahu mereka. Keegoisan untuk tidak peduli terhadap lingkungan kita. Dan menutup mata akan segala kemaksiatan.

#tolaklgbt
#tolakmaksiat
#maripeduli
#ayolebihbaik

Wajah Cinta Yang Berbeda

Wajah Berbeda dari Cinta

Oleh: Edriana,S.Pd

Jujur, aku cemburu kepada mereka. Bukan karena puja puji atas mereka. Tetapi keberanian mereka, kepekaan mereka yang berasal dari cinta yang begitu mendalam. Cinta yang melahirkan kemarahan, kerelaan melepas segalanya demi yang dicinta.

Cinta yang menghasilkan aksi dan ekspresi. Saat yang dicinta di hina dan dilecehkan. Karena hakikat cinta adalah pemujaan dan penghargaan atas apa yang dicinta.

Apalagi yang dicintai itu Allah Rabb sekalian alam dan Islam dan seluruh ajarannya selaku satu-satunya agama yang diridhoiNya.

"Kalian boleh hina diri ku, tapi jangan agama ku"

Itulah cinta di atas cinta

Cinta beragam beragam wajahnya, kadang lembut mempesona. Kadang marah dan penolakan.

#khabibdanmiftahuljannah
#wajahberbedadaricinta
#islammulia
#ayolebihbaik

Permata Diantara Permata

Permata Diantara Bebatuan

Oleh :  Edriana, S.Pd

Ibarat perjalanan, perjuangan itu adalah perjalanan yang jauh. Apakah lagi perjuangan dalam menegakkan  kebenaran. Kita butuh teman, butuh orang yang menguatkan dalam jatuh bangunnya.

Bahkan para Rasul Allah pun memiliki sahabat-sahabat dalam perjuangannya. Seperti Nabi besarMuhammada SAW memiliki Abu Bakar, Umar Bin Khatab, Ali Bin Abi Thalib dan banyak sahabat lainnya yang menemaninya dalam perjuangan. Nabi Musa A.S memiliki Nabi Harun sebagai sahabat dalam perjuangannya. Nabi Isa memiliki sahabat yang di sebut kaum Hawari dalam perjuangannya. Kita manusia biasa juga demikian. Sahabat yang menyertai sakit perihnya perjuangan. Sahabat, teman dalam merintis sebuah tujuan besar.

Tetapi, sudah qadarullah segalanya perlu penyeleksian, perlu pemilahan dan pemilihan. Mana yang betul dan mana yang pura-pura.

Ada sahabat yang menyertai perjuangan diawal-awal saja. Ada sahabat yang bergabung dari awal dan membelot ditengah-tengah perjuangan. Ada lagi sahabat yang bergabung di pertengahan masa-masa perjuangan dan berhenti setelah beberapa saat karena merasa tidak ada keuntungan yang didapatkan atau tergiur dengan rayuan lainnya. Dan ada juga yang masuk ditengah, dan Alhamdulillah menghantar sampai akhir perjuangan itu. Dan ada juga sahabat yang menyertai perjuangan dari awal sampai akhir perjuangan tersebut. Dan ini adalah sahabat sejati. Dan ini jumlahnya tentulah sedikit. Dia didapat dari seleksi alam. Anugrah dari Ilahi Rabby. Permata yang sudah tertempa diantara beribu batuan yang terkumpulkan. Saat itu ada, genggamlah ia. Hargai dan buatlah ikatan suci sampai akhirat nanti.

Sematkan wajah-wajahnya di dalam doa kita..

"Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu. Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka."

Aamiin..aamin...Yaa Rabbal 'alamin

#2019pilihpks
#2019prabowosandi
#calegdapil1kotapayakumbuh
#calegdapil4kablimapuluhkota
#rspergidatangdrgamal

Pelajaran dari Hud-Hud dan Laba-Laba

Pelajaran dari Hud-Hud dan Laba-Laba

Oleh : Edriana, S.Pd

Sewaktu kecil saya belajar mengaji di TPA Masjid Mukhlisin Daya Bangun. Waktu itu yang mengajarkan kami mengaji adalah seorang kakek-kakek yang kami panggil Inyiak Menan. Mengaji dengan beliau tidak hanya belajar membaca Alquran, tetapi setiap hari jum'at kita diceritakan kisah-kisah Nabi dan Rasul.

Saya teringat pernah beliau cerita tentang burung Hud-Hud dan nabi Sulaiman.
Dimana burung Hud-Hud kena tegur oleh Nabi Sulaiman karena tidak berada dalam barisan saat sang Nabi memeriksa seluruh prajuritnya yang beranggotakan tak hanya manusia tetapi juga hewan termasuk burung Hud-Hud. Ternyata burung Hud-hud menghilang karena dia melihat suatu negeri yang melakukan kemungkaran. Ratu dan raktyat negeri tersebut tidak menyembah Allah, tetapi menyembah matahari. Hud-hup pun terusik dan melaporkannya kepada Nabi Sulaiman A.S. dan mungkin kita semua sudah mengetahui kisah tersebut. Tetapi ada hikmah yg bisa saya ambil, hud-hud saja yang notabenya hewan yang hidupnya biasanyan hanya dari makan ke makan berikutnya saja, merasa terusik hatinya saat melihat kemungkaran. Dia tidak diam saja. Ada usahanya untuk merobah dan memperbaikinya. Dan Alhamdulillah pengaduan burung Hud-hud kepada Nabi Sulaiman membawa perobahan yg siknifikan. Ratu Balqis yg seorang penyembah matahari mendapatkan hidayah Allah.

Dan ada cerita lain yang mengandung hikmah yang sama. Cerita laba-laba yang membuat sarang di mulut gua Tsur tempat Rasulullah sembunyi dari kejaran kaum Quarisi saat beliau hijrah. Laba-laba yang notabe nya hewan kecil yang lemah, berusaha memberikan sungbangsihnya untuk keselamatan Rasulullah.

Burung Hud-hud dan laba-laba yang kapasitas pikirannya terbatas dan tubuhnya yang kecil dan lemah saja tergerak hati nya untuk melakukan hal-hal besar. Peduli dan memberi sumbangsih bagi kehidupan manusia.

Apatah lagi, kita manusia. Makhluk Allah yang paling mulia. Harusnya kita tidak boleh kalah dari Hud-hud dan Laba-laba. Sedikit banyak peduli lah dengan masyarakat  dan negara. Jangan hanya peduli kepada diri pribadi dan keluarga saja.

Ayo lebih baik. Buktikan kita lebih dari hud-hud dan laba-laba. Bisa bersumbansih lebih, dan lebih lagi bagi bangsa dan negara kita. 😊

#jadilahrakyatcerdas
#ayolebihbaik
#2019pilihpks
#prabowosandi

Dubai Kekasih Sejati

Duhai Kekasih sejati

Oleh: Edriana, S.Pd

Menyusuri lorong-lorong waktu yang panjang. Seakan Engkau menanti di sana, wahai manusia paling mulia.

Menyusuri lika-liku waktu yang berkelok, membawa ku menatap wajah mu yang mulia, wahai Rasulullah...

Sholawat-sholawat bergema memenuhi telinga, hati lalu menjalar keseluru urat nadi di tubuh ini, menghentak bumi, terbang kelangit tinggi.

Seakan-akan debunya ikut menyesakkan nafas ku ketika kuda-kuda gagah itu berlari ditunggangi para mujahid dipimpim panglima perang yang paling mulia, yaitu Engkau wahai Rasul..

Ganasnya pertempuran, tidak menyurutkan keteduhan di mata mu. Seakan-akan aku melihatnya dan tenggelam di dalamnya. Keteduhan cinta yang sangat mendalam, terbukti sampai raga meregang nyawa, lisan mu yang mulia masih memangil-manggil yang kau cinta, ummati...ummati...ummati!!!

#rasulullahmuhammadshalallahualaihiwassalam
#cintasejadidarikekasihsejati
#panglimaperangpalingmulia
#ummatiummati

Sahabat Perjuangan Ku

Sahabat Perjuangan Ku

Oleh: Edriana, S.Pd

Menikmati hari-hari dalam perjuangan...hehehe, rasanya sudah seperti prajurit saja. Menikmati berletih-letihnya, menikmati peluh keringatnya. Menikmati panas hujan nya, menikmati senyum, tawa, tangis dan air mata di dalamnya.

Namanya perjuangan..tentulah susah. Tetapi di dalam susah ada bahagia yg tidak terhingga. Setiap air mata seakan-akan diseka oleh yang maha pencinta. Dia bisikkan syahdu di hati ini, "teruslah bekerja, teruslah bergerak, Aku ada selalu di dekat mu, Aku lebih dekat dari urat leher mu, hamba ku". Bisikan yang menenangkan, bisikan yang membuyarkan segala tasa galau di hati ku.

Namanya perjuangan, itu tidak lah mudah. Tidak semua sanak dan sahabat yang mau mempersamai. Disaat kesendirian, Sang maha pecinta kembali menyenyukkan hati ku. Bisikkannya syahdu "hamba Ku, aku selalu bersama mu". Tak cukup itu, Dia hadir kan sosok tulus menghulurkan tangan dan senyuman. Ternyata aku masih mempunyai saudara dan sahabat dalam perjuangan ini. Senyum nya mengembang. Pelukannya hangat. Dia suami ku. Salah satu sahabat perjuangan ku.

#lovemyhusband
#sahabatsejati
#sahabatseperjuanganku