Semua Karena Cinta
Oleh: Edriana, S.Pd
Tidak ada kekuatan yang lebih dahsyat di dunia ini selain kekuatan cinta.
Cinta membuat yang berat menjadi ringan. Cinta membuat yang jauh menjadi dekat. Cinta merobah tempat menjadi luas dan nyaman. Dan terlebih lagi cinta merobah pengorbanan menjadi nikmat. Nikmat...semakin besar pengorbanan, semakin dalam cinta dan terasa akan semakin nikmat.
Mungkin itu yang dirasakan Bilal bin rabah, dengan kekuatan cinta nya kepada Allah, Rasul dan Islam membuat tubuhnya kuat menahan beratnya himpitan batu saat siksaan datang mendera.
Mungkin itu juga yang dirasakan Abu Bakar yang rela menahan sakit saat tangannya digigit ular, agar tidur Rasulullah SAW tidak terganggu saat kedua manusia mulia tersebut bersembunyi di dalam gua Tsur.
Begitu juga lah yang dirasakan seorang ibu. Mengandung, melahirkan, menyisui dan membesarkan ananda tercinta bukanlah hal yang mudah dan ringan. Tetapi penuh perjuangan dan pengorbanan.
Banyak lagi bukti-bukti pengorbanan karena cinta.
Seperti itu juga pengorbanan para muharrik dakwah. Jiwa,raga, pikiran dan harta yang kadang tidak seberapa juga diberikan untuk kelansungan dakwah. Waktunya tidak setahun dua tahun, tetapi bertahun-tahun. Bahkan, saat umur sang muharrik sudah habis, kerja dakwah tak akan selesai Mihnah dan godaan datang menguji keistiqomahan dalam dakwah ini.
Tetapi semuanya tetap dijalani.
Sebab, semuanya karena cinta, karena Allah, karena dakwah.
#cintaallah
#dakwahsepanjangmasa
#cintaitupengorbanan
#dakwahitucinta
#ayolebihbaik
#pksno8
#2019pilihpks
#2019gantipresiden
Rabu, 03 April 2019
Sesuatu Sepi
Sesudut Sepi
Oleh : Edriana, S.Pd
Sesudut sepi..hening...
Tapi riuh dengan dzikir dan istigfar
Sesudut..tenang...jauh dari dunia hingar bingar
Tetapi terang benderang oleh cayaha ampunan
Kesepian yang menguatkan
Kegelepan yang menenangkan
Menghidupkan hati, jiwa dan raga
Sesudut sepi yang kaya makna...
Tetesan dunia terasa sepi
Tetapi gembira ria di sudut langit...
Hirup dalam-dalam aromanya
Untuk bekal melewati detik demi detik yang akan datang.
17092018
#energidarisepi
#hening
Oleh : Edriana, S.Pd
Sesudut sepi..hening...
Tapi riuh dengan dzikir dan istigfar
Sesudut..tenang...jauh dari dunia hingar bingar
Tetapi terang benderang oleh cayaha ampunan
Kesepian yang menguatkan
Kegelepan yang menenangkan
Menghidupkan hati, jiwa dan raga
Sesudut sepi yang kaya makna...
Tetesan dunia terasa sepi
Tetapi gembira ria di sudut langit...
Hirup dalam-dalam aromanya
Untuk bekal melewati detik demi detik yang akan datang.
17092018
#energidarisepi
#hening
Harapan Peradapan
Harapan Peradapan
Oleh : Edriana, S.Pd
Kembali ke kampus, menjeput semangat muda yang hampir meredup...
Bertemu dengan para cendikiawan muda yang akan melanjutkan peradapan..
Kampus, sejuta asa dan harapan para intelektual
Beragam warna dan cerita.
Bagunan kokoh mengambarkan hati-hati penghuninya melewati hari-hari. Antara impian dan kenyataan.
Buku-buku dan para pengajar, yang akan berbagi ilmu untuk maju kedepan.
Deretan jadwal dan tugas-tugas mengasah kalian menjadi berlian.
Jadilah berlian di hati orang tua,
Berlian di hati keluarga.
Tapi jangan puas sampai di situ saja..
Jadilah berlian untuk ummat...
Berlian untuk bangsa...
Berlian untuk dunia...
Kilaukan cahaya mu
Tembus kegelapan dan kemunafikan
Bercahayalah untuk masa depan peradapan yang gilang gemilang...
Oleh : Edriana, S.Pd
Kembali ke kampus, menjeput semangat muda yang hampir meredup...
Bertemu dengan para cendikiawan muda yang akan melanjutkan peradapan..
Kampus, sejuta asa dan harapan para intelektual
Beragam warna dan cerita.
Bagunan kokoh mengambarkan hati-hati penghuninya melewati hari-hari. Antara impian dan kenyataan.
Buku-buku dan para pengajar, yang akan berbagi ilmu untuk maju kedepan.
Deretan jadwal dan tugas-tugas mengasah kalian menjadi berlian.
Jadilah berlian di hati orang tua,
Berlian di hati keluarga.
Tapi jangan puas sampai di situ saja..
Jadilah berlian untuk ummat...
Berlian untuk bangsa...
Berlian untuk dunia...
Kilaukan cahaya mu
Tembus kegelapan dan kemunafikan
Bercahayalah untuk masa depan peradapan yang gilang gemilang...
Ayah Ibu ku Tercinta
Ayah dan Ibu ku tercinta
Saat dulu kita selalu bersama, berkumpul dalam kehangatan rumah yang sederhana. Kami tumbuh dengan izin Allah dibawah asuhan kalian berdua. Dulu kami tidak mengetahui kesulitan-kesulitan yang kalian alami saat membesarkan kami. Yang kami tahu, kalian selalu berusaha membahagiakan kami.
Walau tidak semua keinginan kami terpenuhi, tetapi kalian tetap berusaha dengan sebaik-baiknya.
Walau macam tingkah polah kami kalian berusaha sabar dan tetap menyayangi kami. Walau kadang marah dan hukuman datang saat kami bersalah...
Sekarang kami pun sudah menjadi orang tua, seperti kalian dulu. Barulah kami tersadar, begitu beratnya tugas kalian. Begitu panjangnya tugas kalian menjadi orang tua itu. Tidak satu anak, tetapi lima anak, dengan berbagai tingkah dan karakter.
Love u mom..😘
Love u dad...😘
Saat dulu kita selalu bersama, berkumpul dalam kehangatan rumah yang sederhana. Kami tumbuh dengan izin Allah dibawah asuhan kalian berdua. Dulu kami tidak mengetahui kesulitan-kesulitan yang kalian alami saat membesarkan kami. Yang kami tahu, kalian selalu berusaha membahagiakan kami.
Walau tidak semua keinginan kami terpenuhi, tetapi kalian tetap berusaha dengan sebaik-baiknya.
Walau macam tingkah polah kami kalian berusaha sabar dan tetap menyayangi kami. Walau kadang marah dan hukuman datang saat kami bersalah...
Sekarang kami pun sudah menjadi orang tua, seperti kalian dulu. Barulah kami tersadar, begitu beratnya tugas kalian. Begitu panjangnya tugas kalian menjadi orang tua itu. Tidak satu anak, tetapi lima anak, dengan berbagai tingkah dan karakter.
Love u mom..😘
Love u dad...😘
Mari Berhijrah
Mari Berhijrah
Oleh: Edriana, S.Pd
"Ummi..tolongin dedek ambilin baju donk, pasti ummi bayak dapat pahalanya" rayu sidedek agar aku mau ngambilan baju buat dia. Ku kulum senyum mendengar rayuannya. "Oke sayang"..jawab ku. "Jadi ummi dapat pahala donk kalau bantu dedek?" "Iya mi," jawabnya.
Anak sekecil Raisa yg baru berumur 4,5 tahun pun sadar, setiap apapun yang dilakukan pasti akan mendapat balasan dari Allah. Apalagi kita yang sudah dewasa. Tetapi terkadang kita lupa.
Dari bangun tidur sampai tidur lagi sebenarnya adalah ladang pahala atau sebaliknya bisa menjadi ladang dosa.
Seorang ibu memasak untuk keluarganya, sebenarnya tidak hanya sampai dimana makanan tersebut bisa mengenyangkan perut keluarga, tetapi bisa lebih dari itu, bisa mengantarkqn ke syorga bila diniatkan karena Allah dan itu akan menjadi ibadah.
Seorang ayah yang bekerja banting tulang mencari nafkah untuk keluarga, sebenarnya tidak hanya sampai berapa uang yang bisa dibawa pulang. Tetapi bisa lebih dari itu. Bisa membawa kesyurga dan mendapat pahala layaknya mujahid yg berjihad di jalan Allah.
Seorang guru, sebenarnya tidak hanya sampai dimana materi pelajaran bisa diterima oleh anak didik, tetapi bisa lebih dari itu, insyaAllah akan mengalirkan pahala yg terus-menerus walau sang guru sudah di alam kubur, saat ilmu yang diajarkan diniatkan karena Allah.
Seorang pedagang tidak hanya sampai keuntungan yang didapat dari perniagaannya, tetapi bisa lebih dari itu bila dia menjadi pedagang yang jujur. Dan bisa membawa ke neraka saat sang pedangan mencurangi timbangan dan takaran.
Sang politisi tidak hanya sampai dimana suara rakyat yang di dapatkannya, tetapi bisa lebih dari itu, sang politisi bisa menjadi dai di parlemen sehingga menghasilkan undang-undang untuk kebaikan ummat. Tetapi sebaliknya bisa mengantarkan ke neraka saat kepercayaan rakyat dikhianati.
Apalagi pemimpin, tidak sekedar dihargai dan dicintai rakyatnya, tetapi bisa lebih dari itu, yaitu mendapat cinta dan naungan dari Allah nanti diakhirat bila menjadi pemimpin yang amanah dan adil kepada seluruh rakyatnya. Tetapi bisa mendapat murka dari Allah bila pemimpin mengkhianati dan tidak adil kepada rakyatnya.
Mari berhijrah menjadi lebih baik.
Selamat tahun baru Islam 1440 Hijriah
Semoga tahun depan lebih baik dari tahun yang akan berlalu.
#selamattahunbaruhijriah
#1440h
#berkhitmaduntukrakyat
#ayolebihbaik
Oleh: Edriana, S.Pd
"Ummi..tolongin dedek ambilin baju donk, pasti ummi bayak dapat pahalanya" rayu sidedek agar aku mau ngambilan baju buat dia. Ku kulum senyum mendengar rayuannya. "Oke sayang"..jawab ku. "Jadi ummi dapat pahala donk kalau bantu dedek?" "Iya mi," jawabnya.
Anak sekecil Raisa yg baru berumur 4,5 tahun pun sadar, setiap apapun yang dilakukan pasti akan mendapat balasan dari Allah. Apalagi kita yang sudah dewasa. Tetapi terkadang kita lupa.
Dari bangun tidur sampai tidur lagi sebenarnya adalah ladang pahala atau sebaliknya bisa menjadi ladang dosa.
Seorang ibu memasak untuk keluarganya, sebenarnya tidak hanya sampai dimana makanan tersebut bisa mengenyangkan perut keluarga, tetapi bisa lebih dari itu, bisa mengantarkqn ke syorga bila diniatkan karena Allah dan itu akan menjadi ibadah.
Seorang ayah yang bekerja banting tulang mencari nafkah untuk keluarga, sebenarnya tidak hanya sampai berapa uang yang bisa dibawa pulang. Tetapi bisa lebih dari itu. Bisa membawa kesyurga dan mendapat pahala layaknya mujahid yg berjihad di jalan Allah.
Seorang guru, sebenarnya tidak hanya sampai dimana materi pelajaran bisa diterima oleh anak didik, tetapi bisa lebih dari itu, insyaAllah akan mengalirkan pahala yg terus-menerus walau sang guru sudah di alam kubur, saat ilmu yang diajarkan diniatkan karena Allah.
Seorang pedagang tidak hanya sampai keuntungan yang didapat dari perniagaannya, tetapi bisa lebih dari itu bila dia menjadi pedagang yang jujur. Dan bisa membawa ke neraka saat sang pedangan mencurangi timbangan dan takaran.
Sang politisi tidak hanya sampai dimana suara rakyat yang di dapatkannya, tetapi bisa lebih dari itu, sang politisi bisa menjadi dai di parlemen sehingga menghasilkan undang-undang untuk kebaikan ummat. Tetapi sebaliknya bisa mengantarkan ke neraka saat kepercayaan rakyat dikhianati.
Apalagi pemimpin, tidak sekedar dihargai dan dicintai rakyatnya, tetapi bisa lebih dari itu, yaitu mendapat cinta dan naungan dari Allah nanti diakhirat bila menjadi pemimpin yang amanah dan adil kepada seluruh rakyatnya. Tetapi bisa mendapat murka dari Allah bila pemimpin mengkhianati dan tidak adil kepada rakyatnya.
Mari berhijrah menjadi lebih baik.
Selamat tahun baru Islam 1440 Hijriah
Semoga tahun depan lebih baik dari tahun yang akan berlalu.
#selamattahunbaruhijriah
#1440h
#berkhitmaduntukrakyat
#ayolebihbaik
Hati Penyelesai Segala Masalah
Hati Penyelesai Segala Masalah
Oleh: Edriana, S.Pd
Tadi sore mendapatkan ilmu berharga tentang hati dari seorang guru sejati. Dimana hatilah pangkal segala hal dalam hidup dan kehidupan ini. Ada hati yang hidup bersih, sehat, maka sang raga pun akan mengikut menjadi kuat, walaupun sebenarnya sang raga banyak juga yang dikeluhkan. Sibuklah..capeklah...sakit ini itulahlah. Tapi semuanya insyaAllah akan terkalahkan karena imbas hati yg di dalam kondisi prima. Dan seribu alasanpun akan tercipta, terlahir untuk melakukan kebaikan. Kebaikan yang tidak hanya untuk diri sendiri tetapi lebih dari itu, kebaikan untuk masyarakat. Kebaikan untuk ummat. Kebaikan untuk bangsa dan dunia.
Seperti raga, ada bersih, sehat dan ada juga yang sakit . Sang hati juga juga ada dalam kondisi sakit dan ternoda. Dimana sakitnya sang hati akan berpengaruh juga kepada sang raga. Raga sehat, kuat tapi kalau hati sakit, raga pun ikut nelangsa.
Saat hati sakit, apapun pekerjaan tentang kebaikan itu akan terasa beeraaattt. Kaki melangkah kemesjid terasa di rantai. Badan kuat atletis seakan tak berdaya melangkah kepengajian jika sang hati sakit. Wajah segar, cantik rupawan tak akan bisa melukiskan keindahan senyum saat sang hati lagi kesakitan. Seribu alasan akan tercipta, terlahir untuk melarikan dari dari kebaikan. Maka keegoisanpun datang merajai hati. Cukup lah berbuat untuk diri dan orang-dekat yang disayangi. Orang lain tak akan masuk hitungan. Apalagi saudara- saudara yang berada nun jauh di sana. Seakan-akan itu bukan urusan kita. Tak usah peduli. Tak usah diambil pusing. Urus saja urusan masing-masing. Toh saya tidak mengganggu mereka. Kata-kata itu dilontarkan untuk membenarkan keegoisannya.
Apalagi, kalau hati ini mati. Maka tubuh sahat dangan wajah rupawan takan ada artinya lagi. Raga ini tak obahnya seperti mayat hidup. Menakutkan!
Hati itu tempat bersemayamnya niat. Dan niat hanya Allah SWT yang tahu. Jadi hati itu adalah domainnya Allah. Bila niat-niat yang ada di dalam hati itu bersih, tampa noda hanya krn Allah semata maka hati akan sehat dan kuat.
Saat niat-niat yang bersemayam di dalam hati adalah niat palsu, ternoda, kotor, maka hatipun akan sakit.
Kerja-kerja dakwah membutuhkan hati-hati yang bersih, kuat dan sehat dari para muharriknya. Karena tampa hati yang sehat dan kuat maka kerja-kerja dakwah akan terasa amatlah berat dan merugikan. Kerja-kerja dakwah adalah pekerjaan yang bigbos nya Allah. Menilainya Allah. Dan memberi imbalannya Allah.
Bila tidak karena Allah semuanya terasa berat, dan tidak akan bertahan lama. Maka ujung-ujungnya menyerah dan permisi tampa kembali.
Na'uzubillahi mindzalik
Hati saya pribadi jauuh dari kata bersih dan sehat. Noda dan cela dimana- mana. Sama-sama belajar menjaga kebersihan hati yuk! Karena hati yang bersihlah yang akan menyelesaikan semuanya. Dari masalah kecil dan sepele sampai masalah besar dan rumit. Hati yang bersih dan sehatlah yang bisa menyelesaikan kerja-kerja dakwah yang berat dan panjang. Hati yang bersihlah yang akan menyelesaikan kecamuk bangsa dan dunia.
Dan hati yang bersihlah yang akan damai menemui Rabbnya...
#hatibersihdansehat
#hatiparamuharrikdakwah
#terusberjuangdanbergerak
#2019gantipresiden
#ayolebihbaik
#pksselaludihati
#terusbelajar
#tarbiyahsepanjanghayat
Oleh: Edriana, S.Pd
Tadi sore mendapatkan ilmu berharga tentang hati dari seorang guru sejati. Dimana hatilah pangkal segala hal dalam hidup dan kehidupan ini. Ada hati yang hidup bersih, sehat, maka sang raga pun akan mengikut menjadi kuat, walaupun sebenarnya sang raga banyak juga yang dikeluhkan. Sibuklah..capeklah...sakit ini itulahlah. Tapi semuanya insyaAllah akan terkalahkan karena imbas hati yg di dalam kondisi prima. Dan seribu alasanpun akan tercipta, terlahir untuk melakukan kebaikan. Kebaikan yang tidak hanya untuk diri sendiri tetapi lebih dari itu, kebaikan untuk masyarakat. Kebaikan untuk ummat. Kebaikan untuk bangsa dan dunia.
Seperti raga, ada bersih, sehat dan ada juga yang sakit . Sang hati juga juga ada dalam kondisi sakit dan ternoda. Dimana sakitnya sang hati akan berpengaruh juga kepada sang raga. Raga sehat, kuat tapi kalau hati sakit, raga pun ikut nelangsa.
Saat hati sakit, apapun pekerjaan tentang kebaikan itu akan terasa beeraaattt. Kaki melangkah kemesjid terasa di rantai. Badan kuat atletis seakan tak berdaya melangkah kepengajian jika sang hati sakit. Wajah segar, cantik rupawan tak akan bisa melukiskan keindahan senyum saat sang hati lagi kesakitan. Seribu alasan akan tercipta, terlahir untuk melarikan dari dari kebaikan. Maka keegoisanpun datang merajai hati. Cukup lah berbuat untuk diri dan orang-dekat yang disayangi. Orang lain tak akan masuk hitungan. Apalagi saudara- saudara yang berada nun jauh di sana. Seakan-akan itu bukan urusan kita. Tak usah peduli. Tak usah diambil pusing. Urus saja urusan masing-masing. Toh saya tidak mengganggu mereka. Kata-kata itu dilontarkan untuk membenarkan keegoisannya.
Apalagi, kalau hati ini mati. Maka tubuh sahat dangan wajah rupawan takan ada artinya lagi. Raga ini tak obahnya seperti mayat hidup. Menakutkan!
Hati itu tempat bersemayamnya niat. Dan niat hanya Allah SWT yang tahu. Jadi hati itu adalah domainnya Allah. Bila niat-niat yang ada di dalam hati itu bersih, tampa noda hanya krn Allah semata maka hati akan sehat dan kuat.
Saat niat-niat yang bersemayam di dalam hati adalah niat palsu, ternoda, kotor, maka hatipun akan sakit.
Kerja-kerja dakwah membutuhkan hati-hati yang bersih, kuat dan sehat dari para muharriknya. Karena tampa hati yang sehat dan kuat maka kerja-kerja dakwah akan terasa amatlah berat dan merugikan. Kerja-kerja dakwah adalah pekerjaan yang bigbos nya Allah. Menilainya Allah. Dan memberi imbalannya Allah.
Bila tidak karena Allah semuanya terasa berat, dan tidak akan bertahan lama. Maka ujung-ujungnya menyerah dan permisi tampa kembali.
Na'uzubillahi mindzalik
Hati saya pribadi jauuh dari kata bersih dan sehat. Noda dan cela dimana- mana. Sama-sama belajar menjaga kebersihan hati yuk! Karena hati yang bersihlah yang akan menyelesaikan semuanya. Dari masalah kecil dan sepele sampai masalah besar dan rumit. Hati yang bersih dan sehatlah yang bisa menyelesaikan kerja-kerja dakwah yang berat dan panjang. Hati yang bersihlah yang akan menyelesaikan kecamuk bangsa dan dunia.
Dan hati yang bersihlah yang akan damai menemui Rabbnya...
#hatibersihdansehat
#hatiparamuharrikdakwah
#terusberjuangdanbergerak
#2019gantipresiden
#ayolebihbaik
#pksselaludihati
#terusbelajar
#tarbiyahsepanjanghayat
Wanita dan Perubahan
Wanita dan Perubahan
Oleh: Edriana, S.Pd
Fathimah binti Khatab nama nya. Seorang wanita Quraisy adik perempuan dari seorang pemuda yg menjaga kehormatan dirinya dan berwatak tempramental yaitu Umar bin Khatab.
Berbeda dengan kakaknya yg menentang dakwah Rasulullah, Fathimah adalah seorang wanita yang menerima dakwah Rasulullah dan menjadi pendukungnya.
Disuatu hari Umar ingin sekali membunuh Rasulullah. Diambilnya sebilah pedang, lalu berjalan mencari Rasulullah untuk dibunuhnya. Tetapi saat di jalan, Umar dicegat oleh seseorang yg memberi kabar yg sangat mengejutkan, dimana Fathimah saudari perempuannya sudah menerima dakwah Rasulullah dan sudah masuk Islam beserta suaminya. Murka Umar sudah tidak dapat dibendung. Diseretnya langkah menuju rumah Fathimah. Diketoknya pintu rumah dg kasar. Setelah pintu terbuka Umar bertanya tentang hal yang didengarnya saat mendekati rumah Fathimah, yaitu saat salah seorang sahabat membacakan surat Thoha. Suami Fathimah bertanya kepada Umar tentang kebenaran yang ada selain agamanya Umar. Umarpun marahnya kepada suami Fathimah.
Fathimah berusaha menolang suaminya, tetapi umar memukul pipinya sampai berdarah. Apakah amarah Umar membuat Fathimah gentar? Ternyata jawabannya tidak, bahkan hal itu semakin membuatnya berani menyampaikan kebenaran dan mengakui keIslamannya. Melihat darah di pipi adik kesayangannya itu, Umar merasa menyesal dan malu akan perbuatannya.
Singkat cerita, umar melihat lembaran Alquran yg disembunyikan Fathimah. Umar meminta dan membaca lembaran Quran tersebut yang bertuliskan surat Thoha..
Dengan izin Allah, hidayahpun datang.
Umar melanjutkan perjalanannya mencari Rasulullah, tetapi dgn maksud dan tujuan yang telah berbeda ibarat siang dan malam. Sekarang beliau mencari Rasulullah untuk menyatakan keIslamannya dan menjadi pendukung dakwah Rasulullah.
Dalam kisah di atas dapat kita baca peranan seorang wanita yang begitu siknifikan. Fathimah, lewat lisan dan keberaniannya, hidayah Allah datang merubah seorang Umar bin Khatab yang terkenal berani dan benci kepada Rasulullah menjadi Umar yang sangat mencintai Rasulullah. Sehingga bergabungnya Umar dgn kaum Muslimin mejadi babak baru bagi dakwah Rasulullah. Dari berdakwah secara sembunyi- sembunyi menjadi berdakwah secara terang-terangan.
Oleh sebab itu, wahai saudari ku berbicaralah dan berbuatlah semampu yang kita bisa. Jangan diam saja. Mari kita kerahkan semua potensi yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita Karena bisa saja lewat lisan-lisan kita kebenaran terbuka. Lewat aksi-aksi kita perubahan itu terjadi.
Yang akan membuat sejarah baru bagi dunia ini.
Mari berbuatlah yang terbaik bagi diri kita keluarga kita,agama kita, tanah air dan negara kita, bahkan berbuatlah untuk seluruh dunia.
Sumber:
Sirah Nabawiyah, karangan Syaikh shfiyyurrahman Al-Mubarakfury.
#2019gantipresiden
#ayolebihbaik
#mujahidah
#srikandibangsa
Oleh: Edriana, S.Pd
Fathimah binti Khatab nama nya. Seorang wanita Quraisy adik perempuan dari seorang pemuda yg menjaga kehormatan dirinya dan berwatak tempramental yaitu Umar bin Khatab.
Berbeda dengan kakaknya yg menentang dakwah Rasulullah, Fathimah adalah seorang wanita yang menerima dakwah Rasulullah dan menjadi pendukungnya.
Disuatu hari Umar ingin sekali membunuh Rasulullah. Diambilnya sebilah pedang, lalu berjalan mencari Rasulullah untuk dibunuhnya. Tetapi saat di jalan, Umar dicegat oleh seseorang yg memberi kabar yg sangat mengejutkan, dimana Fathimah saudari perempuannya sudah menerima dakwah Rasulullah dan sudah masuk Islam beserta suaminya. Murka Umar sudah tidak dapat dibendung. Diseretnya langkah menuju rumah Fathimah. Diketoknya pintu rumah dg kasar. Setelah pintu terbuka Umar bertanya tentang hal yang didengarnya saat mendekati rumah Fathimah, yaitu saat salah seorang sahabat membacakan surat Thoha. Suami Fathimah bertanya kepada Umar tentang kebenaran yang ada selain agamanya Umar. Umarpun marahnya kepada suami Fathimah.
Fathimah berusaha menolang suaminya, tetapi umar memukul pipinya sampai berdarah. Apakah amarah Umar membuat Fathimah gentar? Ternyata jawabannya tidak, bahkan hal itu semakin membuatnya berani menyampaikan kebenaran dan mengakui keIslamannya. Melihat darah di pipi adik kesayangannya itu, Umar merasa menyesal dan malu akan perbuatannya.
Singkat cerita, umar melihat lembaran Alquran yg disembunyikan Fathimah. Umar meminta dan membaca lembaran Quran tersebut yang bertuliskan surat Thoha..
Dengan izin Allah, hidayahpun datang.
Umar melanjutkan perjalanannya mencari Rasulullah, tetapi dgn maksud dan tujuan yang telah berbeda ibarat siang dan malam. Sekarang beliau mencari Rasulullah untuk menyatakan keIslamannya dan menjadi pendukung dakwah Rasulullah.
Dalam kisah di atas dapat kita baca peranan seorang wanita yang begitu siknifikan. Fathimah, lewat lisan dan keberaniannya, hidayah Allah datang merubah seorang Umar bin Khatab yang terkenal berani dan benci kepada Rasulullah menjadi Umar yang sangat mencintai Rasulullah. Sehingga bergabungnya Umar dgn kaum Muslimin mejadi babak baru bagi dakwah Rasulullah. Dari berdakwah secara sembunyi- sembunyi menjadi berdakwah secara terang-terangan.
Oleh sebab itu, wahai saudari ku berbicaralah dan berbuatlah semampu yang kita bisa. Jangan diam saja. Mari kita kerahkan semua potensi yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita Karena bisa saja lewat lisan-lisan kita kebenaran terbuka. Lewat aksi-aksi kita perubahan itu terjadi.
Yang akan membuat sejarah baru bagi dunia ini.
Mari berbuatlah yang terbaik bagi diri kita keluarga kita,agama kita, tanah air dan negara kita, bahkan berbuatlah untuk seluruh dunia.
Sumber:
Sirah Nabawiyah, karangan Syaikh shfiyyurrahman Al-Mubarakfury.
#2019gantipresiden
#ayolebihbaik
#mujahidah
#srikandibangsa
Langganan:
Postingan (Atom)